Postingan

Gambar
Sering dalam penjualan, seorang penjual gagal dalam meyakinkan pelanggannya untuk membeli. Kesalahan utama disebabkan karena si penjual terlalu banyak bicara daripada mendengar. Ada pepatah berkata, "ketika kita bicara, kita hanya mengulang apa yang kita tahu sementara saat kita mendengar, kita memperoleh informasi apa yang belum kita tahu." Seorang penjual harus lebih banyak mendengar daripada bicara karena ketika dia mendengar, dia akan mendapatkan informasi apa sebenarnya kebutuhan si pelanggan atau apa keberatan-keberatan yang pelanggannya miliki yang menghalanginya untuk membeli. Jika seorang penjual terlalu banyak bicara, informasi-informasi tersebut tidak akan pernah bisa tergali selain tentunya akan sangat membosankan buat si pelanggan jika penjual terlalu banyak bicara. Gunakan telinga kita jauh lebih banyak daripada mulut kita jika ingin menjadi seorang penjual yang hebat. Paulus Darmawan Konsultan Asset and Purpose Coach 081958888877
Gambar
Banyak orang mengira untuk berhasil dalam dunia penjualan maka mereka harus jago bicara dan bercerita. Ada banyak orang yang datang kepada saya dan berkata bahwa dirinya tidak akan pernah bisa menjadi seorang penjual karena tidak pintar bicara. Bahkan ada seorang teman yang meminta tolong kepada saya untuk dicarikan pekerjaan apa pun kecuali pekerjaan sebagai penjual lagi-lagi dengan alasan yang sama bahwa dirinya tidak pintar ngomong. Padahal, menjual adalah tentang kemampuan mendengarkan, bukan bicara. Menjual adalah tentang mengajukan pertanyaan bukan bercerita atau presentasi. Jadi, pada dasarnya setiap orang bisa dan mampu untuk menjadi seorang penjual. Bahkan seorang yang gagap seperti Bill Potter pun mampu menjadi penjual terbaik di masanya. Tidak ada alasan seseorang tidak bisa menjadi seorang penjual selain karena orang tersebut bukanlah seseorang yang mau dan punya keinginan untuk mendengarkan orang lain. Paulus Darmawan Konsultan Asset and Purpose Coach 081958888877
Gambar
Terkadang saat kita berada dalam kesukaran, kita membutuhkan seseorang hanya sekedar untuk duduk bersama dengan kita bukan untuk menasehati kita atau memperbaiki apa yang salah tetapi untuk membuat kita merasa bahwa ada seseorang yang peduli dan memberikan kita dukungan saat berada di masa-masa sulit. Empati adalah ilmu tingkat tinggi yang jika berhasil dikuasai oleh seseorang maka orang tersebut akan selalu dapat memenangkan hati orang lain tidak peduli seberapa sulitnya orang tersebut. Seseorang yang bisa berempati kepada kesulitan yang kita rasakan pasti akan dapat menjadi kawan baik dan seseorang yang dapat kita percaya. Sebenarnya saat dalam kesulitan, diri kita sendiri sudah tahu jalan keluarnya tanpa memerlukan nasehat orang lain namun sering kali yang kita butuhkan adalah keyakinan dari orang lain bahwa apa pun keputusan yang kita ambil, orang-orang tersebut akan selalu peduli dan memberikan dukungan buat kita. Paulus Darmawan Konsultan Asset and Purpose Coach 08195888887...
Gambar
Ketika seseorang sedang menghadapi badai yang dahsyat dalam hidupnya, kehadiran kita dalam diam itu jauh lebih penting daripada berjuta kata-kata kosong yang tidak mereka butuhkan. Ada perbedaan besar antara simpati dan empati. Simpati berarti kita hanya sekedar tahu apa yang seseorang rasakan namun membuat kita tergoda untuk memberikan masukan, menasehati ataupun hal-hal lain yang kita lakukan dengan harapan seseorang itu bisa menerima dan mengerti semua saran kita. Empati berarti kita turut merasakan apa yang seseorang rasakan, ikut larut dalam kesedihan mereka dan memahami fase yang sedang mereka hadapi saat ini. Kita tidak tergoda untuk "memperbaiki" mereka namun mau ikut sama-sama sepenanggungan dengan apa yang mereka rasakan. Ingatlah baik-baik bahwa di dalam badai yang dialami seseorang, kehadiran kita dalam diam jauh lebih berarti daripada berjuta kata-kata kosong untuk menasehati mereka. Paulus Darmawan Konsultan Asset and Purpose Coach 081958888877
Gambar
Ketika seseorang menghadapi masalah yang berat, kadang apa yang mereka butuhkan tidak selalu berupa nasehat atau masukan. Terkadang apa yang mereka butuhkan hanyalah uluran tangan untuk mereka bergantung, sepasang telinga yang mau selalu mendegarkan dan hati yang mau berusaha untuk memahami mereka tidak peduli seberapa sulit dan anehnya. Terkadang sebagai manusia kita begitu mudah tergoda untuk berbicara padahal Tuhan menciptakan satu buah mulut dan sepasang telinga dengan sebuah tujuan. Sering kali kita merasa lebih baik dan lebih hebat dari orang lain sehingga kita lupa untuk memahami apa yang mereka rasakan dan terburu-buru memberikan solusi yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Berikanlah uluran tangan, sepasang telinga yang mau mendengar dan hati yang mau peduli karena itu semua jauh lebih penting daripada semua nasehat kita. Paulus Darmawan Konsultan Asset and Purpose Coach 081958888877
Gambar
Jangan terlalu percaya diri jika hari ini kita sedang di puncak kesuksesan namun juga sebaliknya jangan terlalu rendah diri jika hari ini kita sedang mengalami kegagalan. Karena siapa yang sukses hari ini, esok hari bisa menjadi pecundang dan siapa yang gagal hari ini, esok hari bisa menjadi pemenang. Semua bergantung kepada respons kita terhadap kesuksesan atau kegagalan itu sendiri. Jika respons kita benar saat kita mengalami kegagalan dengan tidak menyerah maka siapa tahu esok hari kita akan sukses. Sebaliknya jika respons kita salah saat kita mengalami kesuksesan hingga membuat kita terlena maka siapa tahu esok hari kita akan menjadi pecundang. Beresponslah yang benar terhadap setiap peristiwa. Paulus Darmawan Konsultan Asset and Purpose Coach 081958888877
Gambar
Ketika sukses, pikirkanlah kelanjutannya karena akan selalu ada pertandingan lanjutan di depan dan untuk setiap kita yang tidak mempersiapkan diri dengan baik maka kita pasti akan tertinggal dan kesuksesan itu pergi menjauhi kita. Belajarlah dari Nokia yang sempat merajai pasar handphone selama puluhan tahun kemudian harus punah karena tidak terus menerus memikirkan kelanjutannya ke depan. Namun andai kita kalah juga jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mengapa? Jawabnya juga sama karena akan selalu ada pertandingan lanjutan selama kita masih hidup. Sekali lagi, belajarlah dari Nokia yang meski sempat punah namun sekarang mulai bangkit kembali untuk mengulang masa jaya mereka. Meski kita belum tahu hasilnya ke depan namun selama pertandingan terus berlangsung maka kita tidak akan pernah tahu. Siapa tahu Nokia akan kembali merajai pasar dan mengulang kesuksesannya. Paulus Darmawan Konsultan Asset and Purpose Coach 081958888877